Selasa, 08 Mei 2012

MAD ( BACAAN PANJANG )


MAD ( BACAAN PANJANG )
Dalam membaca alquran, qari’ ( pembaca ) harus selalu menaati kaidah ilmu tajwid yang berlaku,salah satu kaedah-kaedah ilmu tajwid yang berlaku, salah satu kaedah yang harus diperhatikan oleh qori’ tersebut adalah mad( bacaan panjang ), karena salah membaca panjang pendek huruf alquran ,akan berkait fatal ( dalam mengubah makna kata ).
Kaedah bacaan panjang mempunyai banyak ragam aturan. Ada bacaan yang panjangnya dua kali bunyi( fonem ). Kalau bunyi suatu huruf itu di ibaratkan satu ketukan ( dalam nada lagu ), maka bacaan panjang suatu huruf ada yang 2x sampai 6x ketukan
1.      Mad thabi’I/ Mad Asli
Mad thabi’I merupakan bacaan panjang yang paling mendasar(asli), yaitu; ketukan harakat fathah sambung dengan huruf alif ((
Atau harakat kasrah bersambung dengan huruf ya’ mati (ي..ِ ) atau juga harakat dhammah bersambung dengan huruf wawu mati (و..ُ )
Contoh;

ﻤﺈﻠﻙ                 ﻘﺎﻝ
ﻓﻴﻪ                ﻔﻴﻝ                   
ﻴﻗﻭﻝ              اﻋﻭﺫ
 Namun kadang kala mad thabi’I tersebut dicukupkan dengan menggunakan tanda baca (harakat); fatkah berdiri(…..)
Atau kasrah berdiri (….).juga dhammah terbalik (..‘..)
Contoh
اﻤﻥاﻠﺭﺴﻭﻝ                      ﻔﺫﻠﻙاﻠﺫﻯ
اﻠﻠﻔﻬﻡ                              ﻔﺎﺜﺭﻥﺒﻪﻨﻗﻌﺎ            
Adapun cara membaca panjang mad thabi’I  ada dua kali ketukan ( dalam nada kecepatan membaca yang  normal )
2.      Mad Wajib Muttashil
Mad wajib muttashil, yaitu ketika mad thabi’I bertemu dengan hamzah dalam satu kata.
Contoh                   
ﻭﻗﻝﺠﺎﺀﺍﻠﺤﻕ
ﺴﻭﺀﺍﻠﻌﺫﺍﺏ
Adapun cara panjang mad wajib muttashil ini, adalah 5x ketukan. Dan di dalam alquran, penulisannya diberi tanda baca (…..)
3.      Mad Jaiz  Munfashil
Mad jaiz munfashil yaitu, ketika mad thabi’I bertemu dengan hamzah (   )
Bukan pada satu kata
Contoh:
ﻭﻻﺍﻨﺘﻡ
ﻤﺎﺍﻨﺯﻠﻨﺎ
Adapun cara membacanya, lebih baik dibaca sama dengan madwajib munfashil, yaitu 5x ketukan.
4.      Mad Arid Lissukun
Mad Arid lissukun yaitu, mad thabi’I yang diiringi oleh huruf yang berharakat ( tidak lebih dari satu )dalam satu kata, dan huruf tersebut dibaca sukun ketika di waqafkan.
Contoh.
ﻔﻬﻡﻤﺴﺎﻤﻭﻥ
ﺍﻴﺎﻙﻨﺴﺘﻌﻴﻥ
ﺍﻓﻼﺘﻗﻠﻭﻥ
Catatan : aridh lissukun, artinya bukan sukun asli.
Adapun cara membacanya; boleh panjang 2 kali ketukan, atau seperti mad jaiz munfashil  (4 s/d 5 kali ketukan ).
5.      Mad Iwadh 
Mad pengganti harakat fathain(tanwin fatkah) pada akhir kata yang dibaca waqaf (berhenti)
Contoh
ﻜﺒﻴﺭ ﺍ
ﻭﻨﺴﺎ ﺀ                 

6.      Mad badal
Berkumpulnya huruf mad dengan hamzah dalam kalimat tetapi posisi hamzah dalam kalimat tetap, posisi hamzah terlebih dahulu dari huruf mad.
Contoh
ﺍﺀﺍﺫﻡ
ﻭﻡﺃﻭﺘﻰ

Reaksi:

0 komentar:

Label 2

Slider